MOUNTAINEERING
(GUNUNG HUTAN)
Mendaki gunung berasal dari dua kata “mendaki” (berjalan menuju tempat yang lebih tinggi) dan “gunung” (tonjolan permukaan bumi yang disebabkan oleh gejala tektonik atau vulkanik dengan ketinggian lebih dari 600 mdpl. Jadi, secara harfiah mendaki gunung adalah berjalan menuju tonjolan permukaan bumi dengan ketinggian lebih dari 600 mdpl,namun secara umum mendaki gunung didefinisikan sebagai suatu kegiatan atau olahraga berjalan menyusuri lembah dan tebing –tebing yang ada di sekitar gunung agar dapat tiba di puncak gunung. Dalam kenyataan sebenarnya mendaki mempunyai tingkatan dan kualifikasi sebagai berikut:
• Hill Walking/ Feel Walking
Perjalanan mendaki bukit-bukit yang relatif landai. Hal utama adalah jalur pendakian sudah tersedia dan perjalanan dapat memakan waktu beberapa hari. Dibutuhkan keterampilan memilih tempat berbivak (bivak: tempat perlindungan dibuat menyerupai tenda untuk menahan terpaan angin malam ataupun hujan) meskipun kadang sudah tersedia.
• Scambling
Pendakian setahap demi setahap pada suatu permukaan yang tidak begitu terjal. Kadang tangan hanya dipergunakan untuk keseimbangan. Untuk pemula, tali perlu dipasang sebagai pengaman dan mempermudah gerakan.
• Climbing
Dikenal sebagai suatu perjalanan pendek, yang umumnya tidak memakan waktu lebih dari 1 hari atau beberapa pendakian gunung yang praktis. Dibutuhkan penguasaan teknik mendaki dan penguasaan pemakaian peralatan. Climbing terbagi dua:
- Rock Climbing
Pendakian pada tebing-tebing baru atau dinding karang. Jenis ini akan diuraikan lebih lanjut khususnya pada bidang rock climbing.
- Snow and Ice Climbing
Pendakian pada es dan salju, diperlukan peralatan-peralatan khusus seperti ice axe, ice screw, crampoon, dan lain-lain.
Mountaineering
Merupakan gabungan perjalanan dari senua bentuk pendakian di atas (pendakian yang selama ini kita kenal dan lakukan termasuk dalam kategori ini). Bisa memakan waktu berhari-berhari bahkan berbulan-bulan. Disamping pengetahuan teknik mendaki dan pengalaman mendaki, perlu juga dikuasai manajemen ekspedisi, pengaturan makanan, komunikasi, dan lain-lain. Walaupun demikian sekarang mounteneering dikhususkan pada pendakian (hill walking dan scrambling) dipisahkan dari pemanjatan (rock climbing dan ice/ snow climbing) dikarenakan semakin banyaknya pecinta kegiatan pemanjata/ rock climbing.
Tingkat kesulitan yang dihadapi pendaki atau penentuan kelas dan grade untuk masing-masing pendaki berbeda. Klasifikasi berdasarkan tingkat kesulitan medan yang dihadapisebagai berikut:
- Class 1 Berjalan tegak. Tidak diperlukan perlengkapan kaki yang khusus
- Class 2 Medan sedikit bertambah sulit sehingga dibutuhkan perlengkapan kaki yang memadai dan pengguaan tangan sebagai pembantu
- Class 3 Medan semakin curam sehingga dibutuhkan teknik pendakian tertentu. Tali-tali pengaman belum diperlukan (climbing)
- Class 4 Kesulitan bertambah, dibutuhkan tali pengaman dan piton untuk jangkar (exposeed climbing)
- Class 5 Rute yang dilalui sulit, tapi peralatan (tali, sling, piton) masih berfungsi sebagai alat pengaman (difficult free climbing)
- Class 6 Tebing tidak lagi memberikan pegangan, celah, rongga, atau gaya geser yang diperlukan untuk memanjat. Pendakian sepenuhnya bergantung pada bantuan peralatan (aided climbing)
Selain klasifikasi tersebut, ada juga yang berdasarkan pada faktor yang mempengaruhi selama pendakian dan berdasarkan Yosemite Decimal System (Pendakian tebing terjal). Skala atau besar kecil scope pendakian ada dua:
- Pendakian biasa: Pendakian dengan cara dan perlengkapan sewajarnya serta membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama dan prosedur perijinan yang tidak berbelit-belit.
- Pendakian ekspedisi: Pendakian yang dipersiapkan secara khusus dimana setiap kegiatan perencanaan pendakian/ prosedur pendakian ditangani oleh tim tersendiri dan dipersiapkan oleh sebuah tim khusus yang dibentuk untuk pelaksanaan ekspedisi. Akan lebih baik bila suatu ekspedisi memiliki manajemen tersedia dalam pelaksanaannya.
A. Persiapan pendakian
Agar kegiatan pendakian berjalan dengan lancar maka perlu dipersiapkan dan disusun suatu rencana perjalanan yang baik, diantaranya:
- Sikap Mental
Seorang pendaki gunung yang harus tabah dalam menghadapi kesulitan dan tantangan dari alam terbuka. Tidak mudah putus asa dan berani. Berani dalam arti sanggup menghadapi tantangan dan mengatasinya secara bijaksana dan berani mengakui keterbatasan kemampuan yang dimiliki..
- Rencana Perjalanan
Yang perlu direncanakan adalah tujuan, kemana kita akan pergi harus jelas, Waktu yaitu kapan pelaksanaannya dan berapa lama, Teman artinya dengan siapa saja kita akan melakukan pendakian dan kegiatan perjalanan berupa seluruh rangkaian kerja yang akan dilakukan. Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian khusus yaitu perencanaan perbekalan. Dimana harus kita perhatikan lamanya perjalanan, aktifitas apa yang akan dilakukan dan keadaan medan yang akan dihadapi, sehingga dapat ditentukan komposisi dan jenis makanan yang akan dibawa.
- Pengetahuan atau Informasi
Meliputi pengetahuan tentang diri sendiri yaitu mental, bagaimana kondisi psikologis kita saat menghadapi perjalanan, fisik, diperlukan latihan yang teratur guna menjaga kekuatan fisik, dan materi, berupa kesiapan keuangan untuk kegiatan tersebut. Dan pengetahuan tentang sosok daerah/ medan yang akan kita hadapi, yaitu:
- Administrasi, artinya perlu atau tidaknya surat ijin khusus atau adanya pungutan/ biaya tertentu.
- Lingkungan Budaya, yaitu perlu kita ketahui adat istiadat daerah yang kita kunjungi, pantangan-pantangan yang ada, latar belakang pendidikan dan kehidupannya, sehingga kita dapat bekerjasama dengan penduduk setempat tanpa takut menimbulkan kesalahpahaman
- Topografi, yaitu dengan mengetahui keadaan alam/ medan akan sangat menunjang perjalanan kalau perlu, tahu asal-usul terbentuknya daerah atau nama medan itu. Misalnya kenapa bernama Gunung Rinjani, apakah dulu termasuk gunung yang sangat aktif dan apakah medannya terjal atau landai, dan seterusnya.
- Perlengkapan Dasar (Wajib Ada)
1. Sepatu
Hal- hal yang harus diperhatikan:
- melindungi tapak kaki sampai mata kaki (melindungi sendi kaki dan ujung jari kaki)
- kulit tebal, tidak mudah sobek jika terkena duri
- Lunak bagian dalam dan masih memberikan ruang gerak bagi kaki
- Keras bagian depannya (tidak dianjurkan memakai sepatu pekerja tambang, meski keras tapi berat dan bisa merusak jari kaki)
- Bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku
- Ada lubang ventilasi yang bersekat halus sehingga air dan udara dapat lewat untuk pernapasan kulit telapak kaki
- Sepatu ABRI/ tentara cukup baik dipergunakan, dengan modifikasi pada bagian samping dibuat semacam ventilasi dan tambahan insole/ alas dalam sepatu (untuk pemula tidak dianjurkan sebab berat dan membuat cepat lelah)
- Lebih baik lagi jika kita mempunyai sepatu khusus mendaki yang bermerk, misalnya: boreal, screl, tecnica, karrimor, dll
- Kaus kaki
Hal-hal yang harus diperhatikan:
- Usahakan kaus kaki yang bisa menyerap keringat (terbuat dari katun lebih baik)
- Dianjurkan membawa kaus kaki cadangan dalam setiap perjalanan
- Kegunaannya:
• Melindungi kulit kaki dari pergesekan langsung dengan kulit sepatu atau bagia-bagian sepatu yang dapat menimbulkan luka/ lecet
• Menjaga agar telapak kaki tetap dapat bernafas
• Menjaga agar kaki dapat tetap hangat pada daerah-daerah yang dingin
- Celana Jalan
Hal-hal yang harus diperhatikan:
- kuat, lembut, ringan, dan praktis
- Tidak mengganggu gerakan kaki, artinya jahitannya cukup longgar
- Terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat
- Tidak terlalu tebal, tahan duri dan mudah kering (bahan dari katun cukup baik)
- Tidak dianjurkan memakai jeans
- Desain celana disesuaikan dengan kebutuhan, tanpa kantong kurang praktis tetapi banyak kantong akan merepotkan
- Contoh yang baik adalah PDL militer atau celana loreng tentara
- Baju Jalan
Hal-hal yang harus diperhatikan:
- Pada prinsipnya sama dengan celana jalan: kuat, ringan, praktis, dsb
- Sebaiknya berlengan panjang (bahan flanel lengan panjang)
- Sarung Tangan
Hal-hal yang harus diperhatikan:
- Sebaiknya terbuat dari kulit
- Bentuknya sesuai dengan tangan
- Tidak kaku, artinya tidak menghalangi gerakan tangan
- Ponco/ raincoat
Kegunaannya:
- Untuk melindungi diri dari hujan (sebagai pakaian hujan)
- Dapat dipakai untuk membuat bivak atau alas duduk pada saat istirahat
- Untuk alas tidur pengganti sleeping bag dan bisa juga untuk pelampung
- Ransel
Hal-hal yang harus diperhatikan:
- Ringan, terbuat dari bahan yang water proof sehingga kalau hujan tidak bertambah berat dan cukup melindungi isinya
- Kuat, tidak mudah robek
- Sesuai dengan kebutuhan dan keadaan medan
- Comfortable (nyaman dipakai), dianjurkan memakai ransel yang mempunyai rangka
- Praktis, kantong-kantong tambahan untuk barang-barang tertentu
- Lebih baik lagi kalau anda memiliki ransel dengan kualitas terbaik seperti yang bermerk The North Face, Lowe Alpine, Gregory Pack, dana Desaign, dll
- Topi Lapangan/ Topi Rimba
- Kupluk/ Balaclava/ Ear band
Digunakan sebagai pelindung untuk mencegah goresan-goresan yang disebabkan oleh ranting-ranting pohon atau semak belukar, juga sebagai pelindung dari sengatan matahari yang panas di siang hari dan udara dingin di malam hari
- Alat Penerangan (Lilin, senter)
- Jacket/ Sweater/ Polar/ Wind Breaker
- Verdples/ Tempat Air Minum
- Makanan dan Tissue
- Perlengkapan Tambahan
Biasanya untuk perjalanan lebih dari sehari atau di atas 3500 mdpl, yakni:
- Kompas, peta, busur derajat, pensil (peralatan navigasi)
- Tenda
- Peralatan masak/ kompor
- Bahan makanan
- Pisau (multiblade, bowie, skinner, dll)
- Penyusunan Perlengkapan ke Dalam Ransel (packing)
Comfortable, efisiensi, fit, selain secara langsung ditentukan oleh desaign ransel, juga banyak dipengaruhi oleh cara penyusunan barang (packing) ke dalam ransel. Yang menjadi dasar adalah keseimbangan beban. Bagaimana kita menumpukkan berat beban pada tubuh sedemikian rupa sehingga kaki dapat bekerja secara efisien.
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam menyusun barang (packing) yaitu:
- Tempatkan barang-barang yang lebih berat setinggi dan sedekat mungkin ke badan. Barang-barang yang relatif ringan (sleeping bag, pakaian tidur) ditempatkan paling bawah.
- Letakkan barang yang diperlukan pada bagian atas atau pada kantong-kantong luar ransel (ponco, kamre, alat P3K, dll)
- Kelompokkan barang-barang dan masukkan ke dalam kantong plastik yang tidak tembus air, terutama pakaian tidur/ cadangan, underwear, kertas-kertas, buku, dll. Sekali lagi buatlah cheklist dari semua perlengkapan. Kalau mungkin dengan beratnya agar mudah menyusunnya.
Sebelum melakukan pendakian, terlebih dahulu harus lengkap administrasi dan mengisi buku tamu yang telah dissediakan oleh petugas yang berwenang begitu juga saat pendakian selesai dilakukan, hal ini bertujuan agar bila terjadi sesuatu hal yang tidak kita rencanakan, misalnya tersesat atau terjadi kecelakaan dalam pendakian, petugas dapat langsung melakukan tindakan penyelamatan atau kita kenal dengan SAR (Search And Rescue).
Makanlah telur setengah matang beberapa jam sebelum pendakian agar anda merasa lebih fit di perjalanan. Bawalah makanan yang banyak mengandung kalori dan instant/ siap pakai. Coklat adalah makanan yang cocok dibawa dan paling tepat dimakan pada waktu istirahat atau sebelum tidur.
Jalan dengan langkah biasa dengan kecepatan konstan, jangan mengambil langkah terlalu lebar. Istirahatlah sebentar saja kalau merasa letih, kaki jangan ditekuk, kunyah permen jahe atau gula merah. Bila merasa pegal paksa sedikit, biasanya rasa pegal akan segera hilang karena kaki mulai panas. Pandangan jangan ke bawah terlalu dekat karena akan membuat kepala cepat pusing dan tegang. Lepaskan pandangan ke depan, dan ke samping agar lebih enjoy, tapi jangan sampai lupa lihat jalan/ jalur.
Ikuti jalur-jalur yang sudah ada, jangan memotong jalan. Bila menemui persimpangan yang tidak jelas berilah tanda sehingga orang lain tahu ke arah mana anda berjalan. Bila tersesat, usahakan cari jalan setapak, berjalanlah pada punggungan bukit/ gunung jangan sampai mengikuti aliran sungai karena akan mengarah ke jurang atau air terjun, sedangkan tepi punggungan biasanya menuju ke ladang penduduk. Sesampainya di puncak, beristirahatlah sambil menikmati pemandangan, makan dan minum sepuasnya. Kalau sempat (harus sempat) ambil gambar/ foto pemandangan dari puncak.
Sebelum turun ikat tali sepatu lebih kencang dari biasanya, supaya lebih yakin dalam dan menghindari lecet-lecet. Berjalanlah hati-hati karena sudah capek, sesampainya di perkampungan/ bawah bersihkan badan, mandi sepuas-puasnya, anda akan menjadi orang paling keren dan makanlah nasi atau makanan penduduk setempat, pasti makanan akan terasa nikmat. Jika esok paginya harus masuk kuliah atau ngantor, malam hari sambil baca atau nonton TV rendamlah kaki anda dengan air hangat dicampur sedikit garam dan asam jawa. Anda pasti tidak percaya dengan kekuatan yang anda miliki!!!
4. Pengetahuan Umum Pendaki Gunung
Sebagai orang yang mengaku dekat dengan lam, pengethuan peta dan kompas serta cara penggunaannya mutlak dan harus dimiliki. Perjalanan ke tempat-tempat yang jauh dan tidak dikenal akan lebih mudah. Pengethuan bernavigasi darat ini juga berguna bila suatu saat tenaga kita diperlukan untuk usaha-usaha pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan atau tersesat di gunung dan hutan, dan juga untuk keperluan olahraga antara lain lomba orienteering. Navigasi darat adalah suatu cara seseorang untuk menentukan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya atau di peta, dan oleh sebab itulah pengetahuan tentang kompas dan peta serta teknik penggunaannya haruslah dimiliki dan dipahami.
No comments:
Post a Comment