Wednesday, 30 March 2011

Navigasi Darat


Navigasi darat merupakan teknik menentukan posisi dan arah lintasan di peta maupun pada medan sebenarnya (khususnya di daratan). Keahlian ini sangat mutlak dimiliki oleh penggemar kegiatan alam terbuka karena akan memudahkan perjalanan kita ke daerah yang khususnya belum kita kenal sama sekali. Disamping itu, keahlian ini sangat berguna dalam usaha pencarian korban kecelakaan tersesat atau bencana alam Untuk itu dibutuhkan pemahaman kompas dan peta serta teknik
Penggunaannya.

PETA DARAT

Hakekat Peta
Peta adalah gambaran permukaan bumi diatas bidang datar dalam ukuran diperkecil yang kebenaranya dapat dipertanggung jawabkan secara visual atau matematis yang menyajikan informasi tentang bumi

Macam Peta
Secara menyeluruh peta dapat digolongkan berdasarkan skala/kedar tujuan penggunaan cakupan daerah proyeksi gambar tanda dan symbol peta kecocokan informasi tingkat ketelitian survei proses terjadinya dan isi/ informasinya

Dari sudut pandang isi/informasi yang dimuat suatu peta terdapat 2 jenis peta berdasar golongan ini, yakni :
 Peta topografi
 Peta tematik
Peta yang kita gunakan dalam kegiatan navigasi darat adalah peta topografi.





PETA TOPOGRAFI
Umum
Topografi merupakan gabungan kata topos yang berarti tempat dan graphi yang berarti menggambar yang berasal dari bahasa yunani kuno Jadi peta topografi
berarti peta yang menggambarkan posisi mendatar dan posisi tegak dari semua benda yang membentuk atau berada di permukaan bumi. Isinya terdiri dari 4 ciri, yakni : relief (ketinggian), perairan (seperti Sungai danau), Tumbuhan ( Hutan ,semak, kelapa) dan hasil budaya manusia (jalan raya, bangunan, jembatan). Peta ini biasa di sebut peta umum karena isinya yang lebih lengkap.

Adalah gambaran pengganti yang mewakili bagian medan, benda medan atau tanda medan sehingga dapat dibayangkan keadaan medan sesungguhnya secara tepat dan jelas.

Berdasar warnanya, tanda peta mempunyai arti sebagai berikut :
 Hitam berarti Benda-benda buatan manusia
 Biru berarti medan yang berhubungan dengan air
 Merah berarti benda buatan manusia yang dibuat dari bahan batu
 Coklat berarti begian bentuk medan (ketinggian)
 Hijau berarti perumahan, tumbuhan, perkampungan, dan sebagainya.

Menurut bentuknya tanda peta terdiri atas:
 Titik, yang menyatakan lokasi atau tempat seperti letak kota, letak titik ketinggian.
 Garis, yang menyatakan bentuk-bentuk yang berwujud garis, seperti garis pantai, batas hutan, jalan, dan lain-lain.
 Gambar , yang menyatkan bentuk garis berpola yang menyatakan tumbuhan misal.
 Luas, yang menyatakan begian medan atau benda medan yang berbentuk daerah.
 Huruf, yang bisa berupa singkatan huruf depan



Keterangan tepi peta:
• Judul peta pada margin atas tengah, yang di ambil dari salah satu nama Geografi atau tempat yeng terbesar/terkenal dari daerah pada peta tersebut.
• Nama daerah yang dipetakan pada margin atas kiri , yang diambil dari nama daerah tingkat I (tergantung pada versi peta)
• Nomor helai peta pada margin atas kanan.
• Petujuk letak peta pada margin bawah kiri, yang menunjukan letak peta tersebut dari peta keseluruhan
• Pembagian daerah pada mergin bawah kanan yang menjelaskan pembagian daerah dari propinsi hingga kecamatan.
• Utara pada margin bawah kiri , yang menunjukan utara peta, utara megnetis, serta utara sebenarnya.
• Legenda pada margin bawah tengah yang menyajikan keterangan/penjeklasan arti simbol yang ada.

Arah Peta
Untuk mengetahui arah peta yang perlu diperhatikan adalah arah utara peta dengan cara memperhatikan arah huruf-huruf tulisan pada peta yang juga berarti arah utara peta. Pada tanda-tanda peta juga terdapat penunjuk arah utara peta, utara sebenarnya serta utara magnetis
 Utara sebenarnya (US) adalah arah ke kutub utara bumi yang dilalui oleh garis bujur/meridian.
 Utara magnetis (UM) adalah arah kekutub utara megnet yang ditunjukan oleh jarum kompas
 Utara Grid (UG/UP) adalah garis utara yang ditunjukan oleh garis vertikal pada peta yang juga disebut Utara Peta.

Karena pengaruh rotasi bumi, letak kutub megnetis bergeser dari tahun ke tahun yang menyebabkan terjadinya variasi magnetis. Untuk tujuan praktis variasi magnetis dan iktilaf (Penyimpangan arah utara) dapat kita abaikan. Tetapi untuk kepentingan yang membutuhkan ketelitian yang tinggi, kondisi diatas harus ikut kita perhitungkan juga
 Iktilaf Peta adalah beda sudut antara utara sebenarnya dengan utara peta, yang terjadi karena perataan jarak paralel geris bujur peta bumi menjadi garis koordinat vertikal yang di gambarkan pada peta, atau sudut antara US dan UP.
 Iktilaf Magnetis adalah beda sudut antara utara sebenarnya dengan utara megnetis. IM kebarat apabila ujung jarum kompas ada di sebelah barat US Sebaliknya IM ketimur apabila ujung jarum kompas ada di sebelah timur US
 Iktilaf Peta-Magnetis, adalah beda sudut utara peta dengan utara magnetis
 Variasi Magnetis, adalah perubahan/ pergeseran sudut utara megnetis dari waktu ke waktu. Pergeseran positif menunjukan pergeseran kearah timur sedang negatif berarti pergeseran kearah barat.

Skala
Skala atau kedar adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak mendatar di medan. Terdapat 2 jenis skala pada peta, yakni skala angka dan skala garis. Untuk skala angka, perbandinagan langsung ditunjukan dalam satuan yang sama (cm) sedang pada skala garis terdapat beberapa ruas garis yang masing-masing menunjukan jarak tertentu (km).

Kontur
Adalah garis khayal diatas permukaan bumi yang menghubungkan titik-titik yang tingginya sama. Sifat dari kontur adalah :
 Pebedaan tinggi antara 2 kontur adalah setengah dari angka ribuan pada skala yang dinyatakan dalam satuan meter.
 Kontur yang rendah selalu mengelilingi kontur yang lebih tinggi, kecuali pada kawah/depresi
 Antar kontur tidak akan saling berpotongan
 Kontur yang menjorok kedalam merupakan lembahan dan bisa terdapat sungai
 Kontur yang menjorok keluar merupakan punggungan.
 Kontur terputus-putus menyatakan ketinggian setengah atau lebih dari perbedaan tinggi antara 2 buah kontur berurut.
 Makin rapat kontur menunjukan daerah yang makin terjal/curam.

Mengenal Tanda Medan
Disamping legenda sebagai pengenal tanda medan, bentukanbentukan alam yang cukup mencolok dan mudah dikenali dapat kita pergunakan juga sebagai tanda medan. Tanda medan harus kita ketahui dan kita cocokan pada peta sebelum kita memulai pengambaran.
Tanda Medan yang cukup mudah untuh di amati dapat berupa :
 Puncakan gunung atau bukit dan bentukan-bentukan tonjolanlain yang cukup ekstrim,
 Punggungan merupakan rangkaian kontur yang menyerupai huruf
 menjorok menjauhi puncak
 Lembahan merupakan rangkaian kontur yang menyerupai huruf V menjorok mendekati puncak.
 Saddle, daerah pertemuan 2 ketinggian
 Belokan kujalan sungai jembatan ujung jalan
 Garis batas pantai muara sungai, tanjung, dan teluk yang mudah kita kenali

Masih banyak tanda medan yang dapat kita kenali dan kita cocokan dengan keadaan di alamnya. Jam terbang akan sangat menambah pengetahuan tentang tanda medan ini.

KOMPAS
Adalah alat penunjuk arah, yakni arah utara maknetis bumi yang di sebabkan oleh sifat kemagnetisannya karena sifat ini maka jauhkan kompas terutama pada saat mempergunakannya dari pengaruh benda=benda yang terbuat dari baja atau besi, karena akan menyebabkan penunjuk yang salah pada jarumnya

Secara garis besar, kompas terdiri dari :
 Badan, tempat komponen lain berada dan terlindungi
 Jarum, yang selalu menunjukan arah utara magnetis bumi
 Skala penunjuk, Menunjukan Pembagian derajat/mil sebagai system satuan arah mata angin.


Jenis Kompas
Terdapat banyak jenis kompas yang ada yang dapat kita pergunakan dalam perjalanan secara garis besarnya dapat kita bedakan sebagai berikut :
 Kompas orienterring untuk tujuan praktis tetapi mempunyai akurasi yang kurang baik. Sering disebut sebagai kompas Silva (nama merk)
 Kompas bidik membutuhkan peralatan navigasi lain untuk kelengkapanya, tetapi akurasinya sangat tinggi. Kompas bidik ini dapat kita bedakan berdasar kaca pembacanya : kompas lensa, kompas Prismatik, kompas Optik


Cara Pemakain Kompas
Dalam pemakainya, usahakan dalam keadaan Horisontal dengan arah garis utara megnetis bumi. Hindarkan bende-benda yang terbuat dari besi/baja agar tidak terjadi penyimpangan dalam penunjukan jarum kompas.

Busur derajat atau Protaktor
Busur derajat atau protaktor terdapat beberapa bentuk derajat yang dapat kita gunakan yakni lingkaran setengah lingkaran segi empat dari bujur sangkar, tetapi untuk kepraktisan dan kelengkapannya, protaktor lebih menjanjikan, karena disamping pembagian arah mata angin dalam derajat dan mil juga tersedia skala pengukuran panjang dan tali pusat untuk memperpanjang pengikiran dan pempermudah perhitungan azimuth dan back azimuth.
Peralatan-peralatan pendukung lainnya seperti penggaris altimeter
untuk membentu menentukan ketinggian dan peralatan tercanggih
untuk menentukan posisi secara langsung dengan menggunakan
bantuan satelit yakni GPS (Global Positioning System)

Menentukan Koordinat
Koordinat adalah kedudukan sesuatu pada peta, yang merupakan pertemuan garis tegak dan mendatar dari suatu lembaran peta topografi. Sistem koordinat yang resmi ada dua macam :
 Koordinat Geografis, sering disebut sistem Garis Bujur dan Lintang. Sumbu yang digunakan adalah garis Bujur ( Bujur barat dan Timur) yang tegak lurus terhadap Khatulistiwa dan garis lintang (lintang Utara dan Selatan) yang sejajar dengan khatulistiwa. Koordinat ini dinyatakan dalam satuan menit, derajat, dan detik
 Koordinat Grid, dalam sistem ini kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak terhadap titik acuan (Grid). Untuk wilayah Indonesia titik acuan nol terdapat di sebelah barat Jakarta pada 60 derajat LU dan 98 derajat BT (tergantung versi peta) . Cara pembacaanya selalu dari barat ke timur (kiri ke kanan) kemudian dari Selatan ke Utara ( bawah ke atas). Sistem ini dapat di bagi beberapa cara pembacaan yaitu 4 angka, 6 angka, 8 angka, dst.

AZIMUTH DAN BACK AZIMUTH
Azimut didefinisikan sebagai sudut horisontal yang diukur searah jarum jam dari garis dasar atau secara ringkasnya sudut dari suatu titik terhadap arah utara pengamat. Karena ada tiga jenis arah utara (UP, UM, US) maka azimut juga terdapat 3 jenis berdasarkan ketiga arah utara tersebut, yaitu Azimut Peta, azimut Magnetis, dan azimuth sebenarnya.
Untuk membuat lintasan tetap berada pada satu garis lurus, kita dapat berjalan dari suatu titik ke titik lain dengan sudut kompas tetap(potong kompas), dapat menggunakan teknik back azimut. Back azimut adalah sudut arah dari suatu garis dilihat menurut arah ke balikannya.

Langkah-langkah potong kompas :
 Tentukan titik awal dan akhir perjalanan, plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut kompasnya serta sudut back azimutnya.
 Bidikkan kompas sesuai sudut antara titik awal dan titik akhir
 Bila memakai kompas orienteering, putar gelang sampai tanda (huruf N) pada kompas sebidang dengan jarum berwarna merah. Pada kompas bidik prinsipnya sama.
 Bidikan kompas kembali kebelakang sesuai sudut back azimut dari tanda medan tersebut untuk mengecek apakah kita masih berada pada lintasan yang diingikan.

ORIENTASI PETA

Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya. Untuk keperluan ini kita perlu mengetahui tanda-tanda medan yang ada di lokasi dan mencocokanya dengan kontur yang ada di peta. Untuk keperluan praktis utara kompas (magnetis) dapat kita anggap sejajar dengan utara sebenarnya tanpa memperhitungkan deklinasinya.

Langkah-langkah orientasi pada peta :
 Cari tempat yang terbuka untuk melihat tanda-tanda medan yang mencolok (dapat dikenali)
 Letakan peta pada bidang datar
 Samakan utara peta dengan utara kompas, sehingga peta sesuai dengan bentang alam yang ada.
 Cari tanda-tanda medan dilokasi dan himpitkan dengan tanda medan yang ada di peta ( seperti jalan raya, sungai,dll)
 Tanpa memperhitungkan deklinasinya, letakan kompas sedemikian rupa sehingga sumbu pokok kompas terletak diatas garis batas lembar kiri atau kanan peta dan kita putar peta beserta kompasnya sampai jarum kompas terletek satu garis dengan garis peta tersebut.

RESECTION
Digunakan untuk mengetahui posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang kita kenal. Tidak semua tanda medan harus kita bidik, seperti ketika kita sedang berada di tepi sungai lainnya yang di bidik.

Langkah-langkah resection :
 Lakukan orientasi peta
 Tentukan minimal dua tanda medan dilapangan dan kita ukur azimuth dan back azimutnya. Sudut antara tempat kita dengan dua tanda medan tersebut minimal 30 derajat maksimal 150 derajat
 Tarik garis back azimut dari kedua titik medan itu sehingga terjadi perpotongan antara keduanya.
 Perpotongan tersebut adalah kedudukan kita di peta.



INTERSECTION
Cara ini digunakan untuk mengetahui atau untuk menentukan posisi suatu titik atau benda di medan pada peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan.
Langkah-langkahnya :
 Lakukan orientasi peta dan resection untuk menentukan posisi kita dititik A.
 Bidik obyek dari titk A tersebut, catat azimut dan back azimutnya
 Bergerak ke posisi lain dan melakukan orientasi serta resection untuk menentukan posisi kita di B.
 Bidik obyek dari titk B tersebut, catat azimut dan back azimutnya
 Perpotongan azimut dari titik A dan B tersebut adalah letak obyek yang kita inginkan di peta.



MENTUKAN ARAH TANPA KOMPAS


Dengan tanda-tanda alam misalnya :
 Kuburan Islam selalu menghadap ke utara
 Masjid selalu menghadap ke kiblat
 Bagian tumbuhan yang berlumut tebal menunjukan arah timur karena sinar matahari belum terik pada pagi hari

Dengan menggunakan jam tangan:
 Hanya dapat digunakan untuk daerah yang jauh dari khatulistiwa (minimal 23 derajat LU atau LS).
 Daerah sebelah utara khatulistiwa : Jarum pendek diarahkan ke matahari, arah antara jarum pendek dan angka 12 menunjukan arah selatan.
 Daerah sebelah selatan Khatulistiwa : arahkan angka 12 ke matahari. Arah antara angka 12 dan jarum pendek menunjukan arah utara.

Dengan menggunakan Bintang:
 Bintang selatan (Zuider Kruis), bila kita menghubungkan bintangbintang yang terjauh satu sama lain lalu kita tarik garis khayal sampai memotong tepi langit,maka titik pertemuan itu adalah pertemuan itu adalah selatan.
 Bintang Biduk, apabila dihubungkan bintang-bintang ini akan membentuk gambar biduk. Garis yang ditarik dari bintang yang letaknya segaris akan menunjukan arah utara.
 Rasi bintang Crux (bitang salib/Gubuk Penceng), perpanjangan garis diagonal yang memotong horison dari tempat kita adalah arah selatan.
 Arah bulan, bintang, dan Matahari yang terbit di timur dan tenggelam di barat.

Survival

SURVIVAL
Pengetahuan survival wajib dikuasai oleh para petualang untuk menghadapi situasi darurat dikarenakan kehilangan orientasi atau kehabisan bekal. Hal ini terjadi karena alam kerap sulit diprediksikan, walaupun kita telah mempersiapkan segala sesuatunya secermat mungkin.
Hal-hal yang dihadapi dalam survival :
 Keadaan alam, cuaca yang buruk (kabut atau hujan) akan sulit dalam orientasi medan
 Medan yang sulit. Bila terjebak dalam medan yang sulit usahakan untuk meminta bantuan dengan berteriak, cahaya asap, peluit, tanda yang mencolok atau meninggalkan barang khas sehingga memudahkan tim pencari melacak keberadaan kita
 Makanan yang kurang. Manfaatkan alam sebagai bahan makanan
 Kondisi badan melemah. Perlu diperhatikan faktor dehidrasi, untuk itu badan dan pakaian diusahakan dalam keadaan kering. Kegiatan yang menggunakan otot harus dilakukan seefisien mungkin
 Teman cidera. Berikan semangat dan pertolongan pertama
 Keadaan makhluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan).

Teknik survival adalah cara mempertahankan hidup di alam bebas dengan teknik atau cara tertentu sehingga kita selamat.
Secara garis besar ada 3 faktor yang biasa dihadapi ketika dalam kondisi survival, yaitu:
 Faktor Psikologis : rasa panik, takut, bingung, kesepian, putus asa, bosan dan cemas.
 Faktor Fisiologis : lapar, haus, kelelahan, kurang tidur, terluka, dsb.
 Faktor Lingkungan: angin, suhu, vegetasi, binatang, hujan, dll.
Ketiga faktor tersebut sangat berkaitan satu sama lain dan berpengaruh terhadap keadaan kota sebagai survivor (orang yang sedang dalam keadaan survival).
Ada beberapa pedoman atau kunci pada saat menghadapi keadaan survival, yaitu:
S : Sadarilah benar situasi sekelilingmu ( Size up the situation ).
U : Untung malang tergantung anda ( Undie haste make jaste ).
R : Rasa takut harus dihilangkan ( Remember where you are ).
V : Vakum ( kekosongan ), isi segera ( Vanguish fear and panic ).
I : Improvisasi kegoatan ( Improvise).
V : Viva (Hidup) hargai dia ( Value living ).
A : Adat setempat patut ditiru ( Act life the natives ).
L : Latih selalu teknik-teknik dasar anda (Learn basic skill ).
Atau STOP :
S :STOP/SEATING
T :THINKING
O :OBSERVE
P :PLANNING
P :PRAYING
Selain itu bisa juga PASS, yaitu:
P : Planning ( Rencanakan apa yang harus dikerjakan ).
A : Act like nature ( Bertindaklah sebagaimana lingkungan tempat anda berada ).
S : Slow ( Jangan tergesa-gesa dan hematlah tenaga ).
S : Solving Problem ( Pecahkan masalah, seperti: lapar dan haus).

Survival dapat dibagi menjadi 2 bentuk, yaitu:
1. Survival individu
Pada kondisi ini survival menghadapi dua permasalahan pokok, yaitu masalah teknik dan masalah kejiwaan. Masalah kejiwaan sering kali terasa lebih berat daripada masalah teknik. Masalah kejiwaan kejiwaan yg sering kali muncul adalah rasa bosan, kesepian, takut, dan panik. Masalah-masalah seperti ini harus segera diatasi dengan menenangkan pikiran dan mengisi waktu dengan kesibukan serta dengan terus menerus menyiapkan diri dan kebutuhan untuk kemungkinan survival yang panjang.
2. Survival Kelompok
Dalam kondisi ini banyak hal yang dapat dilakukan untuk kepentingan bersama, tetapi dapat pula menyebabkan kerugian karena anggota kelompok tidak sama dalam menyadari dan menerima situasi yang ada. Survivor cenderung bertindak untuk kepentingan pribadi dan mengabaikan kepentingan kelompok. Untuk menjaga kebersamaan kelompok perlu ditunjuk seorang pemimpin (Leader). Penyusunan rencana dan pelaksanaan kegiatan melibatkan seluruh anggota berdasarkan musyawarah. Setelah ada pemimpin segera dilakukan:
a. Menyusun rencana kegiatan
b. Pembagian tugas tiap anggota
c. Mengembangkan rasa kebersamaan dan kepercayaan
Ada hal yang perlu dipersiapkan untuk berjaga-jaga apabila kita benar-benar menghadapi kondisi survival selain pengetahuan dan keterampilan tentang survival, survivor membutuhkan peralatan yang biasanya tersimpan dalam survival kit ( Kotak Survival). Survival kit ini merupakan suatu kumpulan peralatan yang dapat digunakan untuk keadaan darurat dan biasa ditempatkan pada suatu kotak kecil yang berisi bermacam-macam alat.
Isi dari survival kit:
1. Korek api (penyala dan batang korek api dimasukkan dalam tabung plastik bekas film agar kedap air ).
2. Lilin
3. Batu api dan geretan.
4. Suryakanta ( Lup).
5. Jarum dan benang.
6. Pisau lipat serba guna.
7. Coklat atau bahan makanan yang tahan lama.
8. Peluit.
9. Cermin.
10. Kail dan senar.
11. Kompas.
12. Senter kecil.
13. Kawat jerat.
14. Obat-obatan.
15. Pisau bedah.
16. Plester kupu-kupu.
17. Plester.
Dalam keadaan tersebut ada beberapa faktor yang menentukan seorang survivor mampu bertahan atau tidak, antara lain : mental, ±80% kesiapan kita dalam survival terletak dari kesiapan mental kita.
Langkah-langkah yang ditempuh bila kita tersesat :
1. mengkoordinasi anggota
2. melakukan pertolongan pertama
3. melihat kemampuan anggota
4. mengadakan orientasi medan
5. mengadakan pembagian mekanan
6. membuat rencana dan pembagian tugas
7. berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar
8. membuat jejak dan perhatian
9. mendapatkan pertolongan

Kebutuhan vital yang diperlukan survivor antara lain:
1. Air
Proses fisiologis tubuh sangat memerlukan air sehingga setiap harinya banyak air tubuh yang hilang. Seseorang akan kehilangan air kurang lebih 1 liter. Ada beberapa hal penting untuk mengurangi penguapan dalam tubuh dalam keadaan survival:
a. kurangi gerakan yang tidak perlu.
b. Hindari merokok.
c. Hindari tempat panas atau yang langsung terkena sengatan matahari.
d. Jaga kondisi tubuh, muntah atau mencret akan membuat tubuh kehilangan air dalam jumlah besar.
e. Hindari minuman dan makanan yang beralkohol.
f. Hindari berbicara yang tidak perlu.
g. Bernafas lewat hidung dan jangan lewat mulut.
h. Makan makanan secukupnya.
Manusia dapat bertahan hidup sampai 3 hari jika tidak minum, 3 menit tidak bernafas, 3 minggu tidak makan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mencari air :
 tidak berasa, berbau, dan bewarna. Yang terbaik adalah air mengalir
 sumber air panas tidak layak minum karena tidak jelas kadar belerangnya
 jangan minum air yang banyak mengandung garam
Sumber air diantaranya:
1. Air hujan
2. Kondensasi tumbuhan => dapat dilakukan dengan melubangi bagian yang berdaun sehat dan lebat. Daun tersebut diselubungi dengan kantong plastik yang diikat erat pada tangkainya.
3. Embun
4. Tanaman rambat atau rotan => dengan memotong bagian yang menjalar setinggi kita dan juga dengan cepat memotong bagian bawahnya yang dekat tanah. Air yang menetes dapat langsung diminum atau ditampung dulu.
5. Tumbuhan berkantong => seperti kantong semar, dapat menampung air pada kantongnya, tetapi air yang didapat sebaiknya dimasak dulu karena biasanya tercampur dengan sisa serangga kecil yang masuk dalam kantong semar tersebut.
6. Hewan sebagai indikator untuk menuju sumber air => hewan mamalia yang biasa merumput akan hidup tak jauh dari sumber air. Burung-burung pemakan biji biasanya pada sore hari akan turun menuju sumber air yang ada didekatnya.
2. Makanan
Banyak sekali makanan yang dapat kita ambil dari alam sekitar baik tumbuhan maupun hewan. Tumbuhan contohnya: cantigi, pakis, bambo, talas dsb. Yang harus diperhatikan dam memilih makanan dalam kondisi survival, yaitu amati dulu tanaman tersebut, indikator yang baik adalah monyet karena hampir semua makanan yang dimakan monyet dapat dikonsumsi manusia. Amati bentuk fisik dari makanan tersebut, tanaman beracun mempunyai ciri khas:
a. Berwarna mencolok.
b. Berbau langu dan tidak enak (menyebabkan pusing)
c. Bergetah dan terdapat bulu-bulu halus pada daun dan batang.
d. Menyebabkan rasa pahit atau panas pada lidah.
e. Bentuk daun biasanya melebar.
Untuk hewan, semua jenis hewan dapat dimakan, untuk mengkonsumsi hewan tersebut sebaiknya dikuliti terlebih dahulu dan membuang isi perut, kepala dan pangkal kaki bawah, setelah itu baru dibakar.
Ingat: “Jangan pernah membunuh hewan kecuali untuk makanan dan sangat mengancam jiwa anda!!!!”
Catatan:
a. waspada terhadap binatang seperti harimau, ular belang, ular hijau, ular kadut, ular sendok dan kalajengking jika kita menjelajah hutan.
b. Jangan sekali-kali memburu nangka atau durian hutan yang matang, karena jika ada harimau dia juga menyukai buah terssebut.
c. Untuk menetralkan jika keracunan dapat kita gunakan norit atau karbon aktif.
d. Hindari mengkonsumsi satu jenis makanan karena tanaman yang satu bisa menjadi penawar tanaman yang lain kalau tanaman itu mengandung racun.
Jenis tumbuh-tumbuhan yang dapat dimakan diantaranya :
• Keluarga palem-paleman
• Keluarga Myrtaceae (daunnya berbau agak manis jika diremas, benang sari bunganya banyak, buah enak dimakan)
• Beberapa jenis keladi (hindari iles-iles)
• Tumbuhan merambat dan melilit di pohon lain (yang boleh, gembili, gembolo, ubi rambat – yang tidak, gadung karena beracun)
• Keluarga rumput-rumputan
• Tunas dan daun muda jenis paku-pakuan.
Tumbuhan yang tidak dapat dimakan:
• Tumbuhan itu hidup menyendiri
• tumbuhan yang berbau tidak sedap
• membuat pusing
• tumbuhan bergetah
• bewarna mencolok
• berbulu (Laportea Stimulans)
• permukaan daun kasar, daun keras
• tumbuhan yang tidak disentuh oleh binatang liar sebaiknya jangan disentuh.

Jamur juga bisa dikonsumsi,
Ciri-ciri jamur liar beracun ;
• warna paying gelap atau mencolok misalnya biru, kuning jingga, merah
• Bau tidak sedap karena kandungan asam sulfida atau amonia
• Tumbuh di tempat kotor
• Nasi menjadi kuning jika terkena jamur
• Sendok menjadi kehitaman jika terkena jamur tsb
• Mudah hancur jika diraba.

Binatang, sebagian besar binatang dapat dimakan dengan terlebih dahulu dibakar atau direbus. Misalnya,
• Mamalia
• Burung
• reptil (penyu laut dan darat), ular (ualar sawah, cabe, laut)
• buaya (buaya rawa, siam), amfibi (kecuali katak bangkong)
• crustacea (kepiting rawa, udang, yuyu, ketam sawah)
• ikan
• mollusca (siput, kerang, keong, tiram)
Binatang beracun.
• Arachnoidea (klajengking, kelabang, kaki seribu)
• insecta (tawon, lebah)
• ular
• penyu laut (wau amis, pasiran)
• mimi
• ikan susut (hatinya beracun).

2. Tempat perlindungan ( Bivac atau Shelter)
Macam-macam bivak :
1. shelter asli alam ; gua (yang bukan tempat persembunyian binatang, tidak ada gas beracun dan tidak mudah longsor). Jangan berteriak di dalam gua
2. shelter buatan dari alam ; daun-daunan yang lebar, ranting kayu. Kombinasi ponco dengan ceruk batu atau pohon tumbang
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat bivak ;
 hindari tempat yang cekung
 jangan buat bivak di daerah lembah
 bagian yang terbuka dari bivak bersilangan dengan arah angin
 jangan buat bivak di bawah pohon yang lapuk
 usahakan dekat dengan mata air
 jangan di bawah daerah yang mudah longsor
 bukan sarang binatang
4. Api
Ada kalanya survivor kehilangan korek api dan bahan bakar sehingga untuk membuat api diperlukan penyala api dan bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti: cabikan kain, bubuk kayu dsb.
Ada beberapa cara pembuatan api:
a. Dengan menggunakan lensa atau lup. Jatuhkan fokus pada bahan-bahan yang mudah terbakar dengan bantuan sinar matahari.
b. Gordian kayu dengan kayu. Akibat dari gesekan ini timbul panas dan kemudian dekatkan dengan bahan penyala. Bahan penyala yang baik adalah kawul yang biasanya terdapat pada dasar pohon kelapa atau enau.
c. Gesekan yang dapat menimbulkan percikan api dan panas seperti pisau dengan batu atau batu api.
Selain itu, ada bebrapa hal yang harus dikuasai oleh seorang survivor untuk menambah keterampilan survival seperti:
1. Penghematan tenaga
a. Usahakan tubuh tetap kering.
b. Aktifitas yang dilakukan dengan pelan untuk menghindari berkeringat.
c. Istirahat dan selimuti badan agar terlindung dari tiupan angin.
d. Jika suhu semakin dingin, tambah ketebalan pakaian.
e. Jangan sampai dilanda ketakutan.
2. Pengetahuan tentang kode dan isyarat.
Kode dan isyarat sangat dibutuhkan dalam kondisi survival karena hal tersebut merupakan langkah penentu pertolongan yang dapat membantu survivor untuk mendapatkan jalan keluar.

Thursday, 17 February 2011

Happy 34th Birthday My Lovely GPA CHEBY...

Tiga puluh empat tahun yang lalu, tepat di tanggal yang sama dengan hari ini, 17 Februari 1977, organisasi Gerakan Pecinta Alam (GPA) CHEBY resmi didirikan.
Saat itu walaupun hanya dengan upacara yang sangat sederhana namun khidmat, di Kawah Ratu, kaki Gunung Salak organisasi Pecinta Alam yang diberi nama Cheby resmi didirikan oleh 17 mahasiswa AIS.
Maka tanggal itu hingga sekarang diperingati sebagai hari ulang tahun GPA CHEBY.
Dan hari itu menjadi tonggak lahirnya sebuah organisasi yang tidak sekedar Pecinta Alam, namun organisasi tempatku menimba banyak pelajaran dan pengalaman, tempatku berbagi suka dan duka, keluarga keduaku di saat aku jauh dari orang tua, dan penyemangatku selama kuliah di STIS.

Begitu banyak kenangan indah bersama Cheby yang sangat berat untuk kutinggalkan bila aku lulus STIS kelak, cerita-cerita manis yang akan kurindukan beberapa tahun nanti,
kebersamaan, kekeluargaan, dan persahabatan yang tulus yang mungkin sulit didapat di tempat lain, di CHEBYlah kudapatkan semua itu...

Aku akan selalu mencintaimu GPA CHEBYku,
lebih dan lebih setiap berlalunya waktu.

Di usiamu yang tidak muda lagi, 34 tahun begitu banyak harapanku padamu.
Semoga semakin jaya...
semakin bermanfaat bagi semua makhluk hidup dan bumi tercinta...
Aku ingin namamu selalu bergema hingga ke seluruh penjuru dunia.

Sunday, 2 January 2011

Diary Januari

Minggu, 02 Januari 2011
Kegiatan hari ini dimulai bangun pagi, mandi, nyetrika baju, terus rapat pemilihan Ketua Cheby sampai sore. Habis itu biasalah, bercogok di depan si Presa (:namalaptopku, bukan buat ngerjain tugas tapi buat hunting quiz (side job) hehehe...
Malamnya berhubung deadline ngumpulin tugas Pemrograman Web (Proweb) yasudahlah, sambilan ngenet sama salin tempel (copy-paste) tugas orang, edit dikitlah :)
Semakin malam semakin ga jelass, belum lagi perut merintih-rintih minta jatah, maklum tiga hari ini mesti hidup dengan duit tiga ribu perak doang, widihhh, ngeri kan? Tiga ribu buat tiga hari di Jakarta bisa dapat apa? Aku juga heran kok sampai sekarang masih bisa hidup buktinya :)
Oke, udahlahh, sekian untuk hari ini, mau belajar dulu (baca: tidur).
Bye...bye.... mmmmuuuCCCHHH #lebay

Saturday, 1 January 2011

Welcome 2011

Bismillah...
Uhmm, ternyata udah lama banget gak pernah ngupdate nih blog...
Wah, waktu cepat berlalu ternyata, sekarang udah 2011.
Dan hari ini adalah tanggal yang unik lho, 01-01-11, yah semacam angka binary gitulah.

Mau me-review lagi, perjalanan selama 2010 kemarin. Tahun 2010 walaupun sudah berlalu namun masih begitu banyak kenangan yang tersisa. Ya,di tahun 2010 banyak sekali kejadian suka maupun duka. Bisa dibilang tahun 2010 ini adalah tahun yang penuh perjuangan dan kerja keras bagiku, namun banyak juga pengalaman-pengalaman menakjubkan...
Januari : lagi sibuk-sibuknya persiapan PKL angkatan 49 ke Sumatera Selatan, apalagi aku sebagai anggota seksi kuesioner yang memang kerjanya di awal. Selain itu kebetulan aku juga termasuk Inkam (instruktur kampus) dan koordinator tim, sehingga hampir setiap hari sibuk dengan berbagai pelatihan.
Februari- Maret : PKL 49 Goes to Sumsel. Wahh, inilah serunya PKL, benar-benar terjun ke lapangan, penuh perjuangan, namun benar-benar mengasyikkan, hehehe...
kebetulan aku dapat tugas di Kabupaten Musi Banyuasin, Kecamatan Sungai Lilin, dan 3 desa (lupa namanya). Daerah Muba termasuk daerah yang agak sulit medannya sehingga diperlukan orang-orang tangguh, termasuk saya (pede). Kalau teman-teman yang lain kebanyakan dapat di daerah banjir sehingga mesti mengarungi genangan air pakai getek, kalau aku untungnya di Sungai Lilin benar-banar kering, kerontang malah...
yang jadi kendala sih karena ada salah satu desa yang lumayan jauh dari tempat tinggal dan jalan kesana sangat rawan begal (perampok). Apalagi kami sati tim 3 orang cewek semu, hiwwww, untung selamat sampai saat ini.
Maret-April : Diksar Cheby angkatan 33, di Pulau Seribu (Onrust dan Rambut) dan Gunung Bunder. Di g.Bunder di Curug Sewu terjadi tragedi alam yang sangat mengerikan, saat itu udah pasrah kalau ternyata ajal menjemput.
Mei awal : Sensus Penduduk (SP 2010). Di saat semua tteman-teman pulang ke kampungnya masing-masing aku malah dapat tugas di daerah Ponorogo, betapa menyedihkan :(
Di sana lumayan menderita karena mesti tinggal sendiri di hotel, gak ada angkutan umum, susah nyari makan, uhhh pokoknya mengenaskan.
Mei akhir: Amazing journey -- Bnackpackeran Bali-Lombok
Bersama 3 orang teman yang semuanya adalah cewek, menekadkan diri berpetualang ke Lombok dan Bali, padahal semuanya belum ada yang pernah kesana. Bermodalkan nekat dan peta, menjelajah keindahan Pulau Lombok dengan menyewa sepeda motor, melewati jalanan sepi nan panjang yang ternyata baru kami tahu setelah kembali ke Jakarta bahwa jalanan yang telah kami lalui adalah jalanan yang rawan perampokan sehingga penduduk setempat saja jarang yang lewat sana. *pantesan sepi banget* Tapi Alhamdulillah tidak terjadi sesuatu yang buruk.
Juli : Jelajah Alam (JA51) di Kawah Ratu SuKabumi, kebetulan diamanahi jadi ketua, lagi-lagi terjadi insiden hujan deras sehari semalam sehingga acara yang udah disiapin kacau dan tenda-tenda tergenang air.
September : Lebaran, tentu saja momen yang sangat ditunggu, satu-satunya waktu buat pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga.
November : XPDC Cikurai, akhirnya setelah lama vakum dari kegiaatan pendakian, mulai mendaki lagi Gunung Cikurai di Garut Jawa Barat. Medannya, woww lumayan menantang. Butuh waktu seminggu untuk bisa berjalan normal lagi.
Desember : yahh, inilah perjuangan kahir dimulai. Pengajuan proposal skripsi. sungguh sangat menguras keringat, waktu, biaya, dan air mata tentu saja. Tapi Alhamdulillah akhirnya setelah beberapa kali ganti judul dan revisi, diterima juga :))

2011
Sebenarnya bagiku moment tahun baru gak terlalu spesial. Aku juga gak ikut-ikutan ngerayain atau kembang apian.
Tapi kalau untuk resolusi adalah, setidaknya buat target apa yang ingin dicapai setahun kedepan.
yapss... di posisi pertama resolusiku 2011 sudah pasti WISUDA. sebenarnya itu aja sih resolusi khusus, selebihnya ya biasalah, harapan-harapan semoga di tahun 2011 aku bisa jadi manusia yang lebih baik dalam segala hal, makin encer otaknya, dimudahkan dalam segala urusan, semakin dewasa, pandai bersyukur, banyak rejeki, bisa membahagiakan orang tua, jalan-jalan ke Singapura, dan,,, uhmmm pengen punya seseorang teman dekat (:malu).
Selain itu, bagi negara ini aku berharap bisa menjadi makmur, tidak banyak bencana, para pemimpin yang zalim segera bertobat, dan untuk bumiku semoga semakin LESTARI.
salam lestari (:loh?)...
salam Go Green ^^

Thursday, 22 July 2010

Yang indah dan yang tak indah, namun tak kan terlupa..

sekarang lg jam kuliah analisis system dgn Mr.Hasyim, dosen favoritku.
tapi ya biasalah, aku sih gak tertarik dgn pelajaran ini, ngantukk..
mulai muncul lagi kebiasaan isengku.. mencuri gambar dosen yg sedang mngajar, hihihi... kadang ketahuan sih, untung gak dimarahin.
lucu aja sih ngoleksi foto2 dosen dan teman2, apalagi pas muka2 mreka lg pd butek.
suatu saat nanti pasti aku akan ketawa ngeliat foto2 itu..
pasti akan sngat merindukan saat2 kuliah di kampus yg apa adanya ini..
kampus yg penuh dgn keterbatasan (walaupun katanya sekolah kedinasan),
namun telah mengajarkan aku bnyak hal..

Tuesday, 20 July 2010

Kita Dan Masa Lalu

Selalu di setiap keheningan sore Jakarta, kembali pikirku terngiang tentang masa lalu bersama sahabat, keluarga, dan orang2 yg prnah dekat denganku.
yah, masa lalu yg penuh cerita suka dan duka, namun selalu kurindukan.
ingin diberi kesempatan sekali saja mngulang kejadian2 indah itu...

Bukan Sekapur Sirih

Selamat bersua kembali sahabat lama yang telah lama terlupakan,
dunia lain yang terabaikan,
teman terbaik yang tak pernah mengeluh ^_^