Wednesday, 30 March 2011

Gunung Hutan

MOUNTAINEERING
(GUNUNG HUTAN)

            Mendaki gunung berasal dari dua kata “mendaki” (berjalan menuju tempat yang lebih tinggi) dan “gunung” (tonjolan permukaan bumi yang disebabkan oleh gejala tektonik atau vulkanik dengan ketinggian lebih dari 600 mdpl. Jadi, secara harfiah mendaki gunung adalah berjalan menuju tonjolan permukaan bumi dengan ketinggian lebih dari 600 mdpl,namun secara umum mendaki gunung didefinisikan sebagai suatu kegiatan atau olahraga berjalan menyusuri lembah dan tebing –tebing yang ada di sekitar gunung agar dapat tiba di puncak gunung. Dalam kenyataan sebenarnya mendaki mempunyai tingkatan dan kualifikasi sebagai berikut:

• Hill Walking/ Feel Walking
            Perjalanan mendaki bukit-bukit yang relatif landai. Hal utama adalah jalur pendakian sudah tersedia dan perjalanan dapat memakan waktu beberapa hari. Dibutuhkan keterampilan memilih tempat berbivak (bivak: tempat perlindungan dibuat menyerupai tenda untuk menahan terpaan angin malam ataupun hujan) meskipun kadang sudah tersedia.

• Scambling
            Pendakian setahap demi setahap pada suatu permukaan yang tidak begitu terjal. Kadang tangan hanya dipergunakan untuk keseimbangan. Untuk pemula, tali perlu dipasang sebagai pengaman dan mempermudah gerakan.

• Climbing
            Dikenal sebagai suatu perjalanan pendek, yang umumnya tidak memakan waktu lebih dari 1 hari atau beberapa pendakian gunung yang praktis. Dibutuhkan penguasaan teknik mendaki dan penguasaan pemakaian peralatan. Climbing terbagi dua:
  1. Rock Climbing
Pendakian pada tebing-tebing baru atau dinding karang. Jenis ini akan diuraikan lebih lanjut khususnya pada bidang rock climbing.
  1. Snow and Ice Climbing
Pendakian pada es dan salju, diperlukan peralatan-peralatan khusus seperti ice axe, ice screw, crampoon, dan lain-lain.

Mountaineering
            Merupakan gabungan perjalanan dari senua bentuk pendakian di atas (pendakian yang selama ini kita kenal dan lakukan termasuk dalam kategori ini). Bisa memakan waktu berhari-berhari bahkan berbulan-bulan. Disamping pengetahuan teknik mendaki dan pengalaman mendaki, perlu juga dikuasai manajemen ekspedisi, pengaturan makanan, komunikasi, dan lain-lain. Walaupun demikian sekarang mounteneering dikhususkan pada pendakian (hill walking dan scrambling) dipisahkan dari pemanjatan (rock climbing dan ice/ snow climbing) dikarenakan semakin banyaknya pecinta kegiatan pemanjata/ rock climbing.
            Tingkat kesulitan yang dihadapi pendaki atau penentuan kelas dan grade untuk masing-masing pendaki berbeda. Klasifikasi berdasarkan tingkat kesulitan medan yang dihadapisebagai berikut:
- Class 1          Berjalan tegak. Tidak diperlukan perlengkapan kaki yang khusus
- Class 2          Medan sedikit bertambah sulit sehingga dibutuhkan perlengkapan kaki yang memadai dan pengguaan tangan sebagai pembantu
- Class 3          Medan semakin curam sehingga dibutuhkan teknik pendakian tertentu. Tali-tali pengaman belum diperlukan (climbing)
- Class 4          Kesulitan bertambah, dibutuhkan tali pengaman dan piton untuk jangkar (exposeed climbing)
- Class 5          Rute yang dilalui sulit, tapi peralatan (tali, sling, piton) masih berfungsi sebagai alat pengaman (difficult free climbing)
- Class 6          Tebing tidak lagi memberikan pegangan, celah, rongga, atau gaya geser yang diperlukan untuk memanjat. Pendakian sepenuhnya bergantung pada bantuan peralatan (aided climbing)

Selain klasifikasi tersebut, ada juga yang berdasarkan pada faktor yang mempengaruhi selama pendakian dan berdasarkan Yosemite Decimal System (Pendakian tebing terjal). Skala atau besar kecil scope pendakian ada dua:
  1. Pendakian biasa: Pendakian dengan cara dan perlengkapan sewajarnya serta membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama dan prosedur perijinan yang tidak berbelit-belit.
  2. Pendakian ekspedisi: Pendakian yang dipersiapkan secara khusus dimana setiap kegiatan perencanaan pendakian/ prosedur pendakian ditangani oleh tim tersendiri dan dipersiapkan oleh sebuah tim khusus yang dibentuk untuk pelaksanaan ekspedisi. Akan lebih baik bila suatu ekspedisi memiliki manajemen tersedia dalam pelaksanaannya.

A.     Persiapan pendakian
Agar kegiatan pendakian berjalan dengan lancar maka perlu dipersiapkan dan disusun suatu rencana perjalanan yang baik, diantaranya:
  1. Sikap Mental
Seorang pendaki gunung yang harus tabah dalam menghadapi kesulitan dan tantangan dari alam terbuka. Tidak mudah putus asa dan berani. Berani dalam arti sanggup menghadapi tantangan dan mengatasinya secara bijaksana dan berani mengakui keterbatasan kemampuan yang dimiliki..
  1. Rencana Perjalanan
Yang perlu direncanakan adalah tujuan, kemana kita akan pergi harus jelas, Waktu yaitu kapan pelaksanaannya dan berapa lama, Teman artinya dengan siapa saja kita akan melakukan pendakian dan kegiatan perjalanan berupa seluruh rangkaian kerja yang akan dilakukan. Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian khusus yaitu perencanaan perbekalan. Dimana harus kita perhatikan lamanya perjalanan, aktifitas apa yang akan dilakukan dan keadaan medan yang akan dihadapi, sehingga dapat ditentukan komposisi dan jenis makanan yang akan dibawa.
  1. Pengetahuan atau Informasi
Meliputi pengetahuan tentang diri sendiri yaitu mental, bagaimana kondisi psikologis kita saat menghadapi perjalanan, fisik, diperlukan latihan yang teratur guna menjaga kekuatan fisik, dan materi, berupa kesiapan keuangan untuk kegiatan tersebut. Dan pengetahuan tentang sosok daerah/ medan yang akan kita hadapi, yaitu:
-          Administrasi, artinya perlu atau tidaknya surat ijin khusus atau adanya pungutan/ biaya tertentu.
-          Lingkungan Budaya, yaitu perlu kita ketahui adat istiadat daerah yang kita kunjungi, pantangan-pantangan yang ada, latar belakang pendidikan dan kehidupannya, sehingga kita dapat bekerjasama dengan penduduk setempat tanpa takut menimbulkan kesalahpahaman
-          Topografi, yaitu dengan mengetahui keadaan alam/ medan akan sangat menunjang perjalanan kalau perlu, tahu asal-usul terbentuknya daerah atau nama medan itu. Misalnya kenapa bernama Gunung Rinjani, apakah dulu termasuk gunung yang sangat aktif dan apakah medannya terjal atau landai, dan seterusnya.
  1. Perlengkapan Dasar (Wajib Ada)
1.      Sepatu
Hal- hal yang harus diperhatikan:
-          melindungi tapak kaki sampai mata kaki (melindungi sendi kaki dan ujung jari kaki)
-          kulit tebal, tidak mudah sobek jika terkena duri
-          Lunak bagian dalam dan masih memberikan ruang gerak bagi kaki
-          Keras bagian depannya (tidak dianjurkan memakai sepatu pekerja tambang, meski keras tapi berat dan bisa merusak jari kaki)
-          Bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku
-          Ada lubang ventilasi yang bersekat halus sehingga air dan udara dapat lewat untuk pernapasan kulit telapak kaki
-          Sepatu ABRI/ tentara cukup baik dipergunakan, dengan modifikasi pada bagian samping dibuat semacam ventilasi dan tambahan insole/ alas dalam sepatu (untuk pemula tidak dianjurkan sebab berat dan membuat cepat lelah)
-          Lebih baik lagi jika kita mempunyai sepatu khusus mendaki yang bermerk, misalnya: boreal, screl, tecnica, karrimor, dll
  1. Kaus kaki
Hal-hal yang harus diperhatikan:
-          Usahakan kaus kaki yang bisa menyerap keringat (terbuat dari katun lebih baik)
-          Dianjurkan membawa kaus kaki cadangan dalam setiap perjalanan
-          Kegunaannya:
• Melindungi kulit kaki dari pergesekan langsung dengan kulit sepatu atau bagia-bagian sepatu yang dapat menimbulkan luka/ lecet
• Menjaga agar telapak kaki tetap dapat bernafas
• Menjaga agar kaki dapat tetap hangat pada daerah-daerah yang dingin
  1. Celana Jalan
Hal-hal yang harus diperhatikan:
-          kuat, lembut, ringan, dan praktis
-          Tidak mengganggu gerakan kaki, artinya jahitannya cukup longgar
-          Terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat
-          Tidak terlalu tebal, tahan duri dan mudah kering (bahan dari katun cukup baik)
-          Tidak dianjurkan memakai jeans
-          Desain celana disesuaikan dengan kebutuhan, tanpa kantong kurang praktis tetapi banyak kantong akan merepotkan
-          Contoh yang baik adalah PDL militer atau celana loreng tentara
  1. Baju Jalan
Hal-hal yang harus diperhatikan:
-          Pada prinsipnya sama dengan celana jalan: kuat, ringan, praktis, dsb
-          Sebaiknya berlengan panjang (bahan flanel lengan panjang)
  1. Sarung Tangan
Hal-hal yang harus diperhatikan:
-          Sebaiknya terbuat dari kulit
-          Bentuknya sesuai dengan tangan
-          Tidak kaku, artinya tidak menghalangi gerakan tangan
  1. Ponco/ raincoat
Kegunaannya:
-          Untuk melindungi diri dari hujan (sebagai pakaian hujan)
-          Dapat dipakai untuk membuat bivak atau alas duduk pada saat istirahat
-          Untuk alas tidur pengganti sleeping bag dan bisa juga untuk pelampung
  1. Ransel
Hal-hal yang harus diperhatikan:
-          Ringan, terbuat dari bahan yang water proof sehingga kalau hujan tidak bertambah berat dan cukup melindungi isinya
-          Kuat, tidak mudah robek
-          Sesuai dengan kebutuhan dan keadaan medan
-          Comfortable (nyaman dipakai), dianjurkan memakai ransel yang mempunyai rangka
-          Praktis, kantong-kantong tambahan untuk barang-barang tertentu
-          Lebih baik lagi kalau anda memiliki ransel dengan kualitas terbaik seperti yang bermerk The North Face, Lowe Alpine, Gregory Pack, dana Desaign, dll
  1. Topi Lapangan/ Topi Rimba
  2. Kupluk/ Balaclava/ Ear band
Digunakan sebagai pelindung untuk mencegah goresan-goresan yang disebabkan oleh ranting-ranting pohon atau semak belukar, juga sebagai pelindung dari sengatan matahari yang panas di siang hari dan udara dingin di malam hari
  1. Alat Penerangan (Lilin, senter)
  2. Jacket/ Sweater/ Polar/ Wind Breaker
  3. Verdples/ Tempat Air Minum
  4. Makanan dan Tissue

  1. Perlengkapan Tambahan
Biasanya untuk perjalanan lebih dari sehari atau di atas 3500 mdpl, yakni:
-          Kompas, peta, busur derajat, pensil (peralatan navigasi)
-          Tenda
-          Peralatan masak/ kompor
-          Bahan makanan
-          Pisau (multiblade, bowie, skinner, dll)

  1. Penyusunan Perlengkapan ke Dalam Ransel (packing)
Comfortable, efisiensi, fit, selain secara langsung ditentukan oleh desaign ransel, juga banyak dipengaruhi oleh cara penyusunan barang (packing) ke dalam ransel. Yang menjadi dasar adalah keseimbangan beban. Bagaimana kita menumpukkan berat beban pada tubuh sedemikian rupa sehingga kaki dapat bekerja secara efisien.
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam menyusun barang (packing) yaitu:
    1. Tempatkan barang-barang yang lebih berat setinggi dan sedekat mungkin ke badan. Barang-barang yang relatif ringan (sleeping bag, pakaian tidur) ditempatkan paling bawah.
    2. Letakkan barang yang diperlukan pada bagian atas atau pada kantong-kantong luar ransel (ponco, kamre, alat P3K, dll)
    3. Kelompokkan barang-barang dan masukkan ke dalam kantong plastik yang tidak tembus air, terutama pakaian tidur/ cadangan, underwear, kertas-kertas, buku, dll. Sekali lagi buatlah cheklist dari semua perlengkapan. Kalau mungkin dengan beratnya agar mudah menyusunnya.

Sebelum melakukan pendakian, terlebih dahulu harus lengkap administrasi dan mengisi buku tamu yang telah dissediakan oleh petugas yang berwenang begitu juga saat pendakian selesai dilakukan, hal ini bertujuan agar bila terjadi sesuatu hal yang tidak kita rencanakan, misalnya tersesat atau terjadi kecelakaan dalam pendakian, petugas dapat langsung melakukan tindakan penyelamatan atau kita kenal dengan SAR (Search And Rescue).
      Makanlah telur setengah matang beberapa jam sebelum pendakian agar anda merasa lebih fit di perjalanan. Bawalah makanan yang banyak mengandung kalori dan instant/ siap pakai. Coklat adalah makanan yang cocok dibawa dan paling tepat dimakan pada waktu istirahat atau sebelum tidur.
      Jalan dengan langkah biasa dengan kecepatan konstan, jangan mengambil langkah terlalu lebar. Istirahatlah sebentar saja kalau merasa letih, kaki jangan ditekuk, kunyah permen jahe atau gula merah. Bila merasa pegal paksa sedikit, biasanya rasa pegal akan segera hilang karena kaki mulai panas. Pandangan jangan ke bawah terlalu dekat karena akan membuat kepala cepat pusing dan tegang. Lepaskan pandangan ke depan, dan ke samping agar lebih enjoy, tapi jangan sampai lupa lihat jalan/ jalur.
      Ikuti jalur-jalur yang sudah ada, jangan memotong jalan. Bila menemui persimpangan yang tidak jelas berilah tanda sehingga orang lain tahu ke arah mana anda berjalan. Bila tersesat, usahakan cari jalan setapak, berjalanlah pada punggungan bukit/ gunung jangan sampai mengikuti aliran sungai karena akan mengarah ke jurang atau air terjun, sedangkan tepi punggungan biasanya menuju ke ladang penduduk. Sesampainya di puncak, beristirahatlah sambil menikmati pemandangan, makan dan minum sepuasnya. Kalau sempat (harus sempat) ambil gambar/ foto pemandangan dari puncak.
      Sebelum turun ikat tali sepatu lebih kencang dari biasanya, supaya lebih yakin dalam dan menghindari lecet-lecet. Berjalanlah hati-hati karena sudah capek, sesampainya di perkampungan/ bawah bersihkan badan, mandi sepuas-puasnya, anda akan menjadi orang paling keren dan makanlah nasi atau makanan penduduk setempat, pasti makanan akan terasa nikmat. Jika esok paginya harus masuk kuliah atau ngantor, malam hari sambil baca atau nonton TV rendamlah kaki anda dengan air hangat dicampur sedikit garam dan asam jawa. Anda pasti tidak percaya dengan kekuatan yang anda miliki!!!

4.     Pengetahuan Umum Pendaki Gunung
Sebagai orang yang mengaku dekat dengan lam, pengethuan peta dan kompas serta cara penggunaannya mutlak dan harus dimiliki. Perjalanan ke tempat-tempat yang jauh dan tidak dikenal akan lebih mudah. Pengethuan bernavigasi darat ini juga berguna bila suatu saat tenaga kita diperlukan untuk usaha-usaha pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan atau tersesat di gunung dan hutan, dan juga untuk keperluan olahraga antara lain lomba orienteering. Navigasi darat adalah suatu cara seseorang untuk menentukan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya atau di peta, dan oleh sebab itulah pengetahuan tentang kompas dan peta serta teknik penggunaannya haruslah dimiliki dan dipahami.



Navigasi Darat


Navigasi darat merupakan teknik menentukan posisi dan arah lintasan di peta maupun pada medan sebenarnya (khususnya di daratan). Keahlian ini sangat mutlak dimiliki oleh penggemar kegiatan alam terbuka karena akan memudahkan perjalanan kita ke daerah yang khususnya belum kita kenal sama sekali. Disamping itu, keahlian ini sangat berguna dalam usaha pencarian korban kecelakaan tersesat atau bencana alam Untuk itu dibutuhkan pemahaman kompas dan peta serta teknik
Penggunaannya.

PETA DARAT

Hakekat Peta
Peta adalah gambaran permukaan bumi diatas bidang datar dalam ukuran diperkecil yang kebenaranya dapat dipertanggung jawabkan secara visual atau matematis yang menyajikan informasi tentang bumi

Macam Peta
Secara menyeluruh peta dapat digolongkan berdasarkan skala/kedar tujuan penggunaan cakupan daerah proyeksi gambar tanda dan symbol peta kecocokan informasi tingkat ketelitian survei proses terjadinya dan isi/ informasinya

Dari sudut pandang isi/informasi yang dimuat suatu peta terdapat 2 jenis peta berdasar golongan ini, yakni :
 Peta topografi
 Peta tematik
Peta yang kita gunakan dalam kegiatan navigasi darat adalah peta topografi.





PETA TOPOGRAFI
Umum
Topografi merupakan gabungan kata topos yang berarti tempat dan graphi yang berarti menggambar yang berasal dari bahasa yunani kuno Jadi peta topografi
berarti peta yang menggambarkan posisi mendatar dan posisi tegak dari semua benda yang membentuk atau berada di permukaan bumi. Isinya terdiri dari 4 ciri, yakni : relief (ketinggian), perairan (seperti Sungai danau), Tumbuhan ( Hutan ,semak, kelapa) dan hasil budaya manusia (jalan raya, bangunan, jembatan). Peta ini biasa di sebut peta umum karena isinya yang lebih lengkap.

Adalah gambaran pengganti yang mewakili bagian medan, benda medan atau tanda medan sehingga dapat dibayangkan keadaan medan sesungguhnya secara tepat dan jelas.

Berdasar warnanya, tanda peta mempunyai arti sebagai berikut :
 Hitam berarti Benda-benda buatan manusia
 Biru berarti medan yang berhubungan dengan air
 Merah berarti benda buatan manusia yang dibuat dari bahan batu
 Coklat berarti begian bentuk medan (ketinggian)
 Hijau berarti perumahan, tumbuhan, perkampungan, dan sebagainya.

Menurut bentuknya tanda peta terdiri atas:
 Titik, yang menyatakan lokasi atau tempat seperti letak kota, letak titik ketinggian.
 Garis, yang menyatakan bentuk-bentuk yang berwujud garis, seperti garis pantai, batas hutan, jalan, dan lain-lain.
 Gambar , yang menyatkan bentuk garis berpola yang menyatakan tumbuhan misal.
 Luas, yang menyatakan begian medan atau benda medan yang berbentuk daerah.
 Huruf, yang bisa berupa singkatan huruf depan



Keterangan tepi peta:
• Judul peta pada margin atas tengah, yang di ambil dari salah satu nama Geografi atau tempat yeng terbesar/terkenal dari daerah pada peta tersebut.
• Nama daerah yang dipetakan pada margin atas kiri , yang diambil dari nama daerah tingkat I (tergantung pada versi peta)
• Nomor helai peta pada margin atas kanan.
• Petujuk letak peta pada margin bawah kiri, yang menunjukan letak peta tersebut dari peta keseluruhan
• Pembagian daerah pada mergin bawah kanan yang menjelaskan pembagian daerah dari propinsi hingga kecamatan.
• Utara pada margin bawah kiri , yang menunjukan utara peta, utara megnetis, serta utara sebenarnya.
• Legenda pada margin bawah tengah yang menyajikan keterangan/penjeklasan arti simbol yang ada.

Arah Peta
Untuk mengetahui arah peta yang perlu diperhatikan adalah arah utara peta dengan cara memperhatikan arah huruf-huruf tulisan pada peta yang juga berarti arah utara peta. Pada tanda-tanda peta juga terdapat penunjuk arah utara peta, utara sebenarnya serta utara magnetis
 Utara sebenarnya (US) adalah arah ke kutub utara bumi yang dilalui oleh garis bujur/meridian.
 Utara magnetis (UM) adalah arah kekutub utara megnet yang ditunjukan oleh jarum kompas
 Utara Grid (UG/UP) adalah garis utara yang ditunjukan oleh garis vertikal pada peta yang juga disebut Utara Peta.

Karena pengaruh rotasi bumi, letak kutub megnetis bergeser dari tahun ke tahun yang menyebabkan terjadinya variasi magnetis. Untuk tujuan praktis variasi magnetis dan iktilaf (Penyimpangan arah utara) dapat kita abaikan. Tetapi untuk kepentingan yang membutuhkan ketelitian yang tinggi, kondisi diatas harus ikut kita perhitungkan juga
 Iktilaf Peta adalah beda sudut antara utara sebenarnya dengan utara peta, yang terjadi karena perataan jarak paralel geris bujur peta bumi menjadi garis koordinat vertikal yang di gambarkan pada peta, atau sudut antara US dan UP.
 Iktilaf Magnetis adalah beda sudut antara utara sebenarnya dengan utara megnetis. IM kebarat apabila ujung jarum kompas ada di sebelah barat US Sebaliknya IM ketimur apabila ujung jarum kompas ada di sebelah timur US
 Iktilaf Peta-Magnetis, adalah beda sudut utara peta dengan utara magnetis
 Variasi Magnetis, adalah perubahan/ pergeseran sudut utara megnetis dari waktu ke waktu. Pergeseran positif menunjukan pergeseran kearah timur sedang negatif berarti pergeseran kearah barat.

Skala
Skala atau kedar adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak mendatar di medan. Terdapat 2 jenis skala pada peta, yakni skala angka dan skala garis. Untuk skala angka, perbandinagan langsung ditunjukan dalam satuan yang sama (cm) sedang pada skala garis terdapat beberapa ruas garis yang masing-masing menunjukan jarak tertentu (km).

Kontur
Adalah garis khayal diatas permukaan bumi yang menghubungkan titik-titik yang tingginya sama. Sifat dari kontur adalah :
 Pebedaan tinggi antara 2 kontur adalah setengah dari angka ribuan pada skala yang dinyatakan dalam satuan meter.
 Kontur yang rendah selalu mengelilingi kontur yang lebih tinggi, kecuali pada kawah/depresi
 Antar kontur tidak akan saling berpotongan
 Kontur yang menjorok kedalam merupakan lembahan dan bisa terdapat sungai
 Kontur yang menjorok keluar merupakan punggungan.
 Kontur terputus-putus menyatakan ketinggian setengah atau lebih dari perbedaan tinggi antara 2 buah kontur berurut.
 Makin rapat kontur menunjukan daerah yang makin terjal/curam.

Mengenal Tanda Medan
Disamping legenda sebagai pengenal tanda medan, bentukanbentukan alam yang cukup mencolok dan mudah dikenali dapat kita pergunakan juga sebagai tanda medan. Tanda medan harus kita ketahui dan kita cocokan pada peta sebelum kita memulai pengambaran.
Tanda Medan yang cukup mudah untuh di amati dapat berupa :
 Puncakan gunung atau bukit dan bentukan-bentukan tonjolanlain yang cukup ekstrim,
 Punggungan merupakan rangkaian kontur yang menyerupai huruf
 menjorok menjauhi puncak
 Lembahan merupakan rangkaian kontur yang menyerupai huruf V menjorok mendekati puncak.
 Saddle, daerah pertemuan 2 ketinggian
 Belokan kujalan sungai jembatan ujung jalan
 Garis batas pantai muara sungai, tanjung, dan teluk yang mudah kita kenali

Masih banyak tanda medan yang dapat kita kenali dan kita cocokan dengan keadaan di alamnya. Jam terbang akan sangat menambah pengetahuan tentang tanda medan ini.

KOMPAS
Adalah alat penunjuk arah, yakni arah utara maknetis bumi yang di sebabkan oleh sifat kemagnetisannya karena sifat ini maka jauhkan kompas terutama pada saat mempergunakannya dari pengaruh benda=benda yang terbuat dari baja atau besi, karena akan menyebabkan penunjuk yang salah pada jarumnya

Secara garis besar, kompas terdiri dari :
 Badan, tempat komponen lain berada dan terlindungi
 Jarum, yang selalu menunjukan arah utara magnetis bumi
 Skala penunjuk, Menunjukan Pembagian derajat/mil sebagai system satuan arah mata angin.


Jenis Kompas
Terdapat banyak jenis kompas yang ada yang dapat kita pergunakan dalam perjalanan secara garis besarnya dapat kita bedakan sebagai berikut :
 Kompas orienterring untuk tujuan praktis tetapi mempunyai akurasi yang kurang baik. Sering disebut sebagai kompas Silva (nama merk)
 Kompas bidik membutuhkan peralatan navigasi lain untuk kelengkapanya, tetapi akurasinya sangat tinggi. Kompas bidik ini dapat kita bedakan berdasar kaca pembacanya : kompas lensa, kompas Prismatik, kompas Optik


Cara Pemakain Kompas
Dalam pemakainya, usahakan dalam keadaan Horisontal dengan arah garis utara megnetis bumi. Hindarkan bende-benda yang terbuat dari besi/baja agar tidak terjadi penyimpangan dalam penunjukan jarum kompas.

Busur derajat atau Protaktor
Busur derajat atau protaktor terdapat beberapa bentuk derajat yang dapat kita gunakan yakni lingkaran setengah lingkaran segi empat dari bujur sangkar, tetapi untuk kepraktisan dan kelengkapannya, protaktor lebih menjanjikan, karena disamping pembagian arah mata angin dalam derajat dan mil juga tersedia skala pengukuran panjang dan tali pusat untuk memperpanjang pengikiran dan pempermudah perhitungan azimuth dan back azimuth.
Peralatan-peralatan pendukung lainnya seperti penggaris altimeter
untuk membentu menentukan ketinggian dan peralatan tercanggih
untuk menentukan posisi secara langsung dengan menggunakan
bantuan satelit yakni GPS (Global Positioning System)

Menentukan Koordinat
Koordinat adalah kedudukan sesuatu pada peta, yang merupakan pertemuan garis tegak dan mendatar dari suatu lembaran peta topografi. Sistem koordinat yang resmi ada dua macam :
 Koordinat Geografis, sering disebut sistem Garis Bujur dan Lintang. Sumbu yang digunakan adalah garis Bujur ( Bujur barat dan Timur) yang tegak lurus terhadap Khatulistiwa dan garis lintang (lintang Utara dan Selatan) yang sejajar dengan khatulistiwa. Koordinat ini dinyatakan dalam satuan menit, derajat, dan detik
 Koordinat Grid, dalam sistem ini kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak terhadap titik acuan (Grid). Untuk wilayah Indonesia titik acuan nol terdapat di sebelah barat Jakarta pada 60 derajat LU dan 98 derajat BT (tergantung versi peta) . Cara pembacaanya selalu dari barat ke timur (kiri ke kanan) kemudian dari Selatan ke Utara ( bawah ke atas). Sistem ini dapat di bagi beberapa cara pembacaan yaitu 4 angka, 6 angka, 8 angka, dst.

AZIMUTH DAN BACK AZIMUTH
Azimut didefinisikan sebagai sudut horisontal yang diukur searah jarum jam dari garis dasar atau secara ringkasnya sudut dari suatu titik terhadap arah utara pengamat. Karena ada tiga jenis arah utara (UP, UM, US) maka azimut juga terdapat 3 jenis berdasarkan ketiga arah utara tersebut, yaitu Azimut Peta, azimut Magnetis, dan azimuth sebenarnya.
Untuk membuat lintasan tetap berada pada satu garis lurus, kita dapat berjalan dari suatu titik ke titik lain dengan sudut kompas tetap(potong kompas), dapat menggunakan teknik back azimut. Back azimut adalah sudut arah dari suatu garis dilihat menurut arah ke balikannya.

Langkah-langkah potong kompas :
 Tentukan titik awal dan akhir perjalanan, plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut kompasnya serta sudut back azimutnya.
 Bidikkan kompas sesuai sudut antara titik awal dan titik akhir
 Bila memakai kompas orienteering, putar gelang sampai tanda (huruf N) pada kompas sebidang dengan jarum berwarna merah. Pada kompas bidik prinsipnya sama.
 Bidikan kompas kembali kebelakang sesuai sudut back azimut dari tanda medan tersebut untuk mengecek apakah kita masih berada pada lintasan yang diingikan.

ORIENTASI PETA

Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya. Untuk keperluan ini kita perlu mengetahui tanda-tanda medan yang ada di lokasi dan mencocokanya dengan kontur yang ada di peta. Untuk keperluan praktis utara kompas (magnetis) dapat kita anggap sejajar dengan utara sebenarnya tanpa memperhitungkan deklinasinya.

Langkah-langkah orientasi pada peta :
 Cari tempat yang terbuka untuk melihat tanda-tanda medan yang mencolok (dapat dikenali)
 Letakan peta pada bidang datar
 Samakan utara peta dengan utara kompas, sehingga peta sesuai dengan bentang alam yang ada.
 Cari tanda-tanda medan dilokasi dan himpitkan dengan tanda medan yang ada di peta ( seperti jalan raya, sungai,dll)
 Tanpa memperhitungkan deklinasinya, letakan kompas sedemikian rupa sehingga sumbu pokok kompas terletak diatas garis batas lembar kiri atau kanan peta dan kita putar peta beserta kompasnya sampai jarum kompas terletek satu garis dengan garis peta tersebut.

RESECTION
Digunakan untuk mengetahui posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang kita kenal. Tidak semua tanda medan harus kita bidik, seperti ketika kita sedang berada di tepi sungai lainnya yang di bidik.

Langkah-langkah resection :
 Lakukan orientasi peta
 Tentukan minimal dua tanda medan dilapangan dan kita ukur azimuth dan back azimutnya. Sudut antara tempat kita dengan dua tanda medan tersebut minimal 30 derajat maksimal 150 derajat
 Tarik garis back azimut dari kedua titik medan itu sehingga terjadi perpotongan antara keduanya.
 Perpotongan tersebut adalah kedudukan kita di peta.



INTERSECTION
Cara ini digunakan untuk mengetahui atau untuk menentukan posisi suatu titik atau benda di medan pada peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan.
Langkah-langkahnya :
 Lakukan orientasi peta dan resection untuk menentukan posisi kita dititik A.
 Bidik obyek dari titk A tersebut, catat azimut dan back azimutnya
 Bergerak ke posisi lain dan melakukan orientasi serta resection untuk menentukan posisi kita di B.
 Bidik obyek dari titk B tersebut, catat azimut dan back azimutnya
 Perpotongan azimut dari titik A dan B tersebut adalah letak obyek yang kita inginkan di peta.



MENTUKAN ARAH TANPA KOMPAS


Dengan tanda-tanda alam misalnya :
 Kuburan Islam selalu menghadap ke utara
 Masjid selalu menghadap ke kiblat
 Bagian tumbuhan yang berlumut tebal menunjukan arah timur karena sinar matahari belum terik pada pagi hari

Dengan menggunakan jam tangan:
 Hanya dapat digunakan untuk daerah yang jauh dari khatulistiwa (minimal 23 derajat LU atau LS).
 Daerah sebelah utara khatulistiwa : Jarum pendek diarahkan ke matahari, arah antara jarum pendek dan angka 12 menunjukan arah selatan.
 Daerah sebelah selatan Khatulistiwa : arahkan angka 12 ke matahari. Arah antara angka 12 dan jarum pendek menunjukan arah utara.

Dengan menggunakan Bintang:
 Bintang selatan (Zuider Kruis), bila kita menghubungkan bintangbintang yang terjauh satu sama lain lalu kita tarik garis khayal sampai memotong tepi langit,maka titik pertemuan itu adalah pertemuan itu adalah selatan.
 Bintang Biduk, apabila dihubungkan bintang-bintang ini akan membentuk gambar biduk. Garis yang ditarik dari bintang yang letaknya segaris akan menunjukan arah utara.
 Rasi bintang Crux (bitang salib/Gubuk Penceng), perpanjangan garis diagonal yang memotong horison dari tempat kita adalah arah selatan.
 Arah bulan, bintang, dan Matahari yang terbit di timur dan tenggelam di barat.

Bukan Sekapur Sirih

Selamat bersua kembali sahabat lama yang telah lama terlupakan,
dunia lain yang terabaikan,
teman terbaik yang tak pernah mengeluh ^_^